Dalam upaya memperkuat pemanfaatan informasi geospasial untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam, keamanan negara, dan penanggulangan bencana, Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Suyus Windayanan, hadir sebagai pembicara dalam Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Pusat Riset Analisis dan Penerapan Informasi Geospasial (CENAGO) Institut Teknologi Bandung ini menghadirkan para pemangku kepentingan lintas sektor untuk mengupas secara komprehensif urgensi penguatan sistem informasi geospasial di Indonesia.
Mengawali kegiatan, Kepala Pusat Center for Analysis and Applying Geospatial Information, Institut Teknologi Bandung, Wedyanto Kuntjoro, menyampaikan bahwa pusat riset ini didirikan pada akhir tahun 2025 sebagai wadah untuk mengintegrasikan berbagai kegiatan geospasial secara komprehensif. Ia menjelaskan bahwa CENAGO mengusung pendekatan kolaboratif berbasis pentahelix, yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, asosiasi, serta komunitas, guna memperkuat pemanfaatan informasi geospasial dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Hadir secara langsung, Direktur Jenderal Tata Ruang, Kementerian ATR/BPN, Suyus Windayanan, menegaskan bahwa peran informasi geospasial sangat krusial dalam mendukung percepatan penataan ruang dan investasi nasional. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini telah disetujui sekitar 1.200 Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), dengan 400 RDTR didukung anggaran pemerintah dan 100 lainnya melalui pendanaan luar negeri. Menurutnya, keberadaan RDTR yang berbasis data geospasial menjadi instrumen penting dalam mempercepat kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang (KKPR) serta mendorong kemudahan perizinan berusaha melalui integrasi dengan sistem OSS.
Baca selengkapnya di tataruang.atrbpn.go.id
