Acara ini digelar untuk memperkuat posisi Forum Penataan Ruang (FPR) sebagai wadah koordinasi lintas sektor demi mendukung pembangunan yang terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Kepala Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional BPSDM Kementerian ATR/BPN, Indira P. Warpani, menegaskan bahwa penataan ruang merupakan instrumen vital dalam pembangunan nasional. Menurutnya, rencana tata ruang harus mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan kelestarian lingkungan.
Hal senada disampaikan oleh Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Direktorat Jenderal Tata Ruang, Chriesty Elisabeth Lengkong. Ia menyebutkan bahwa ruang merupakan wadah pertemuan berbagai kepentingan. Namun, dinamika di lapangan sering kali memicu konflik sektoral, tingginya ego wilayah, hingga ketidaksinkronan data yang menghambat investasi.
Baca selengkapnya di tataruang.atrbpn.go.id
